Melalui teknologi, para inovator muda bisa ubah dunia jadi lebih baik
Mark Zuckerberg, pendiri Twitter, banyak menjadi inspirasi para inovator muda untuk meraih kesuksesan dalam bidang mengembangkan teknologi. Para inovator muda membawa teknologi ke level yang lebih tinggi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia di seluruh dunia.
Tidak mau kalah dengan para inovator muda dunia, anak muda di Indonesia juga banyak yang telah bersaing di tingkat internasional. Mereka menampilkan inovasi di bidang teknik dan ilmu pengetahuan alam. Sudah ada lebih dari 40 siswa SMA Indonesia yang mewakili negaranya ke ajang Intel International Science and Engineering Fair (ISEF) 5 tahun terakhir ini.
Acara ini merupakan kompetisi sains pra-perguruan tinggi tingkat internasional terbesar di dunia. ISEF juga menjadi forum pertemuan bagi lebih dari 1700 siswa SMA dari lebih dari 75 negara, kawasan, dan wilayah. Para inovator muda ini bersaing memperlihatkan hasil penelitian inovatif.
Tidak tanggung-tanggung, hadiah dan beasiswa sebesar Rp 56 miliar menunggu para generasi muda dari seluruh dunia ini.
Inovator muda menjadi faktor penentu dalam perkembangan pesat inovasi teknologi. Oleh karena itu, kami merasa perlu mendorong minat akan acara yang berhubungan dengan teknologi, terutama acara seperti Intel ISEF yang secara berkelanjutan meningkatkan kesadaran anak muda akan pentingnya inovasi teknologi. Tentunya para inovator muda ini membutuhkan fasilitas yang memadai untuk berinovasi dan akses atas komputer pribadi bisa menjadi langkah awal bagi mereka untuk berkarya. kata Harry K. Nugraha, Country Manager, Intel Indonesia.
Salah satu pencapaian luar biasa anak Indonesia adalah 2 pelajar asal Sumatera Selatan, Muhtaza Aziziya Syafiq dan Anjani Rahma Putri. Mereka berhasil memenangkan 2 kategori di ajang Intel ISEF 2014. Proyek mereka menawarkan konsep pendingin baru untuk kulkas tanpa menggunakan Freon atau tenaga listrik.
Mereka bisa mendapatkan ide inovasi ini karena kekayaan sumber informasi yang sekarang bisa dengan mudah didapat. Kekayaan sumber informasi sangat mudah diakses melalui internet begitu pula dengan kemampuan untuk melakukan komputasi big data yang kian meningkat seiring dengan perkembangan teknologi.
Dengan demikian, hanya masalah waktu bagi para inovator untuk mencapai tujuan mereka dan generasi muda tentunya memiliki banyak waktu di tangan mereka.
Sumber : Merdeka.com
Tidak mau kalah dengan para inovator muda dunia, anak muda di Indonesia juga banyak yang telah bersaing di tingkat internasional. Mereka menampilkan inovasi di bidang teknik dan ilmu pengetahuan alam. Sudah ada lebih dari 40 siswa SMA Indonesia yang mewakili negaranya ke ajang Intel International Science and Engineering Fair (ISEF) 5 tahun terakhir ini.
Acara ini merupakan kompetisi sains pra-perguruan tinggi tingkat internasional terbesar di dunia. ISEF juga menjadi forum pertemuan bagi lebih dari 1700 siswa SMA dari lebih dari 75 negara, kawasan, dan wilayah. Para inovator muda ini bersaing memperlihatkan hasil penelitian inovatif.
Tidak tanggung-tanggung, hadiah dan beasiswa sebesar Rp 56 miliar menunggu para generasi muda dari seluruh dunia ini.
Inovator muda menjadi faktor penentu dalam perkembangan pesat inovasi teknologi. Oleh karena itu, kami merasa perlu mendorong minat akan acara yang berhubungan dengan teknologi, terutama acara seperti Intel ISEF yang secara berkelanjutan meningkatkan kesadaran anak muda akan pentingnya inovasi teknologi. Tentunya para inovator muda ini membutuhkan fasilitas yang memadai untuk berinovasi dan akses atas komputer pribadi bisa menjadi langkah awal bagi mereka untuk berkarya. kata Harry K. Nugraha, Country Manager, Intel Indonesia.
Salah satu pencapaian luar biasa anak Indonesia adalah 2 pelajar asal Sumatera Selatan, Muhtaza Aziziya Syafiq dan Anjani Rahma Putri. Mereka berhasil memenangkan 2 kategori di ajang Intel ISEF 2014. Proyek mereka menawarkan konsep pendingin baru untuk kulkas tanpa menggunakan Freon atau tenaga listrik.
Mereka bisa mendapatkan ide inovasi ini karena kekayaan sumber informasi yang sekarang bisa dengan mudah didapat. Kekayaan sumber informasi sangat mudah diakses melalui internet begitu pula dengan kemampuan untuk melakukan komputasi big data yang kian meningkat seiring dengan perkembangan teknologi.
Dengan demikian, hanya masalah waktu bagi para inovator untuk mencapai tujuan mereka dan generasi muda tentunya memiliki banyak waktu di tangan mereka.
Sumber : Merdeka.com

Tidak ada komentar: