Upacara Penjamasan Pusaka Sunan Kalijaga di kabupaten Demak
Portaljateng.com - Demak - Setiap satu tahun sekali yaitu10 Dzulhijah atau bertepatan dengan hari Raya Idul Adha Masyarakat demak mengadakan tradisi upacara penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga yakni Keris Kyai Crubug dan Kutang Ontokusumo.
Ribuan masyarakat Antusias memadati kawasan makam Sunan Kalijaga, Kadilangu, Demak, Jawa Tengah, pada Kamis (24/09/2015) pagi. Upacara ini di laksanakan Usai salat Idul Adha, Rutinitas ini memang telah berlangsung turun temurun sejak ratusan tahun silam.
Ritual penjamasan diawali dengan masuknya rombongan ahli waris Sunan Kalijaga menuju lokasi makam Sunan Kalijaga. Rombongan yang berjalan beriringan dari halaman Pendopo Pangeran Wijil Lima ini membawa kembang setaman serta minyak jamas.
Penjamasan hanya dilakukan oleh sesepuh ahli waris Sunan Kalijaga. Terdengar suara panitia penjamasan memanggil satu persatu nama-nama yang diperbolehkan masuk ke dalam lokasi makam. Sejatinya, tidak semua orang diperkenankan masuk ke dalam lokasi makam.
Mereka mendapatkan pengawalan ekstra ketat dari TNI dan Kepolisian akibat berjubelnya pengunjung yang memenuhi kawasan kadilangu. Sesampainya di lokasi, rombongan lantas melantunkan doa bersama di sekitar makam Kanjeng Sunan Kalijaga.
Dikutip dari Tribun News Jateng " Acara diakhiri makan bersama dengan masyarakat di halaman Pendopo Pangeran Wijil Lima. Ini bukti kedekatan Kanjeng Sunan Kalijaga terhadap warga. Budaya dan ajaran ini diharapkan bisa menjadi panutan kepada siapapun juga agar selalu rendah diri dan menghormati siapapun, " ungkap Ketua Yayasan Sunan Kalijaga Kadilangu, Agus Supriyanto.
Menurut Agus, tradisi budaya membersihkan pusaka ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan usaha Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama Islam di Jawa. " Di lain sisi ini juga amanat kanjeng Sunan Kalijaga, " ujar Agus.
Seorang warga Grobogan, Supriyadi (45) yang datang ke lokasi bersama keluarganya berharap memperoleh berkah usai menyaksikan prosesi ritual penjamasan pusaka Sunan Kalijaga. Supriyadi pun turut mendoakan agar Kanjeng Sunan Kalijaga senantiasa memperoleh tempat yang terbaik di sisi Sang Khalik.
" Sebagai bagian dari Walisongo yang aktif menyebarkan agama islam, banyak ajaran Kanjeng Sunan Kalijaga yang menjadi panutan masyarakat, " kata Supriyadi.
Sumber : Tribunnews Jateng
Ribuan masyarakat Antusias memadati kawasan makam Sunan Kalijaga, Kadilangu, Demak, Jawa Tengah, pada Kamis (24/09/2015) pagi. Upacara ini di laksanakan Usai salat Idul Adha, Rutinitas ini memang telah berlangsung turun temurun sejak ratusan tahun silam.
Ritual penjamasan diawali dengan masuknya rombongan ahli waris Sunan Kalijaga menuju lokasi makam Sunan Kalijaga. Rombongan yang berjalan beriringan dari halaman Pendopo Pangeran Wijil Lima ini membawa kembang setaman serta minyak jamas.
Penjamasan hanya dilakukan oleh sesepuh ahli waris Sunan Kalijaga. Terdengar suara panitia penjamasan memanggil satu persatu nama-nama yang diperbolehkan masuk ke dalam lokasi makam. Sejatinya, tidak semua orang diperkenankan masuk ke dalam lokasi makam.
Mereka mendapatkan pengawalan ekstra ketat dari TNI dan Kepolisian akibat berjubelnya pengunjung yang memenuhi kawasan kadilangu. Sesampainya di lokasi, rombongan lantas melantunkan doa bersama di sekitar makam Kanjeng Sunan Kalijaga.
Dikutip dari Tribun News Jateng " Acara diakhiri makan bersama dengan masyarakat di halaman Pendopo Pangeran Wijil Lima. Ini bukti kedekatan Kanjeng Sunan Kalijaga terhadap warga. Budaya dan ajaran ini diharapkan bisa menjadi panutan kepada siapapun juga agar selalu rendah diri dan menghormati siapapun, " ungkap Ketua Yayasan Sunan Kalijaga Kadilangu, Agus Supriyanto.
Menurut Agus, tradisi budaya membersihkan pusaka ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan usaha Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama Islam di Jawa. " Di lain sisi ini juga amanat kanjeng Sunan Kalijaga, " ujar Agus.
Seorang warga Grobogan, Supriyadi (45) yang datang ke lokasi bersama keluarganya berharap memperoleh berkah usai menyaksikan prosesi ritual penjamasan pusaka Sunan Kalijaga. Supriyadi pun turut mendoakan agar Kanjeng Sunan Kalijaga senantiasa memperoleh tempat yang terbaik di sisi Sang Khalik.
" Sebagai bagian dari Walisongo yang aktif menyebarkan agama islam, banyak ajaran Kanjeng Sunan Kalijaga yang menjadi panutan masyarakat, " kata Supriyadi.
Sumber : Tribunnews Jateng

Tidak ada komentar: